Memuat...

Siswa-Siswi MAN 2 Parigi Torehkan Prestasi Gemilang di Cabang Tilawah, Tartil, Tahfizh, dan Pidato PORSENI 2026

Humas Mandupar - MAN 2 Parigi
Sabtu, 27 Jun 2026 23:45 WIB
8 Views
Siswa-Siswi MAN 2 Parigi Torehkan Prestasi Gemilang di Cabang Tilawah, Tartil, Tahfizh, dan Pidato PORSENI 2026

Sumber Agung, 27 Juni 2026 – MAN 2 Parigi tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga menunjukkan dominasi yang luar biasa di cabang-cabang seni dan keagamaan pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Parigi Moutong Tahun 1448 H/2026 M. Para siswa MAN 2 Parigi berhasil meraih berbagai prestasi membanggakan di cabang Tilawah, Tartil, Tahfizh, dan Pidato, yang turut menyumbang poin besar bagi perolehan Juara Umum. Prestasi ini menjadi bukti bahwa MAN 2 Parigi memiliki siswa-siswi yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni dan keagamaan.


Di cabang Tilawah Qori'ah, ILA berhasil meraih juara II dengan perolehan nilai 98. Siswi berbakat MAN 2 Parigi ini berhasil memikat hati dewan juri dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang merdu dan penuh penghayatan. Di tengah persaingan ketat dengan peserta dari berbagai madrasah, ILA tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia melantunkan ayat-ayat suci dengan makhraj yang jelas, tajwid yang sempurna, serta suara yang merdu dan menyejukkan hati. Perolehan nilai 98 berhasil mengantarkannya meraih juara II, hanya terpaut tiga poin dari juara I yang diraih oleh Zakiatulfahira dari MAS Alkhairaat Tinombo. Meski harus puas di posisi kedua, pencapaian ILA tetap membanggakan dan turut menyumbang poin penting bagi MAN 2 Parigi dalam perburuan gelar Juara Umum. ILA mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya. "Saya berlatih setiap hari untuk mempersembahkan yang terbaik bagi MAN 2 Parigi. Terima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing saya," ujarnya dengan penuh haru. Setiap hari, ILA meluangkan waktu khusus untuk berlatih tilawah, memperbaiki makhraj dan tajwidnya, serta mendengarkan rekaman-rekaman qari terkenal untuk menambah inspirasinya. Ia juga rutin berkonsultasi dengan guru ngaji di madrasahnya untuk memastikan bacaannya sempurna. Semua kerja keras dan disiplin yang ia jalani akhirnya membuahkan hasil manis berupa juara II di ajang bergengsi ini. ILA berharap prestasinya bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain di MAN 2 Parigi untuk terus berani mencoba dan mengejar mimpi mereka di bidang seni baca Al-Qur'an. Ia juga berjanji akan terus berlatih dan memperbaiki diri untuk meraih prestasi yang lebih baik di ajang-ajang berikutnya.


Di cabang Tartil Murattilah, TIRZAH WAZIRAH berhasil meraih juara III dengan perolehan nilai 83. Penampilannya dalam membaca Al-Qur'an dengan tartil, tajwid yang sempurna, serta suara yang merdu berhasil menarik perhatian dewan juri. TIRZAH WAZIRAH tampil dengan percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan para juri dan penonton. Ia membaca ayat-ayat suci dengan lagu yang indah dan penghayatan yang mendalam, membuat setiap lantunannya terasa menyentuh hati. Meski harus bersaing dengan peserta-peserta hebat dari madrasah lain, ia berhasil membawa pulang juara III. Prestasi ini menjadi salah satu bukti bahwa MAN 2 Parigi memiliki siswa-siswi berbakat di bidang seni baca Al-Qur'an. TIRZAH WAZIRAH mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Setiap hari, ia menyempatkan diri untuk berlatih tartil bersama teman-temannya dan dibimbing langsung oleh guru ngaji di madrasah. Ia juga rajin mendengarkan murottal dari para qari ternama untuk menambah referensi lagu dan gaya bacaannya. "Saya sangat bersyukur bisa mempersembahkan juara ini untuk MAN 2 Parigi. Semua ini tidak lepas dari dukungan guru-guru dan teman-teman yang selalu mendoakan saya," ujarnya. Ia berharap prestasinya ini bisa menginspirasi siswa-siswi lain untuk terus mencintai Al-Qur'an dan mengembangkan bakat mereka di bidang seni baca Al-Qur'an. TIRZAH WAZIRAH juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan tartilnya dan berharap bisa meraih prestasi yang lebih baik di ajang PORSENI berikutnya.


Di cabang Tahfizh Hafizhah, TIRZAH WAZIRAH kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara III dan perolehan nilai 31. Hafalannya yang kuat terhadap ayat-ayat suci Al-Qur'an serta ketenangannya dalam melantunkan hafalan di hadapan dewan juri menjadi kunci keberhasilannya. TIRZAH WAZIRAH melantunkan hafalannya dengan lancar tanpa satu pun kesalahan, menunjukkan penguasaan yang sangat baik terhadap ayat-ayat yang dihafalnya. Prestasi ini menjadi yang kedua kalinya bagi TIRZAH WAZIRAH di ajang PORSENI 2026, setelah sebelumnya ia juga meraih juara III di cabang Tartil Murattilah. Dua medali ini menjadi bukti bahwa TIRZAH WAZIRAH adalah siswa yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang Al-Qur'an dan patut menjadi kebanggaan MAN 2 Parigi. TIRZAH WAZIRAH mengaku bahwa menjadi seorang hafizhah bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an setiap hari, mengulang-ulang hafalannya agar tidak lupa, dan selalu menjaga kualitas bacaannya. Proses menghafal membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang tinggi, serta dukungan dari keluarga dan guru-guru di madrasah. TIRZAH WAZIRAH juga harus pandai membagi waktu antara belajar di sekolah, menghafal Al-Qur'an, dan berlatih untuk cabang perlombaan lainnya. Meski terkadang merasa lelah dan jenuh, ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha memberikan yang terbaik. "Saya sangat bersyukur Allah memberikan saya kesempatan untuk bisa menghafal Al-Qur'an dan meraih prestasi di ajang ini. Ini adalah buah dari doa dan perjuangan yang tidak kenal lelah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. TIRZAH WAZIRAH berharap prestasinya ini bisa menginspirasi siswa-siswi lain untuk mencintai Al-Qur'an dan berusaha menghafalnya. Ia juga berkomitmen untuk terus menjaga hafalannya dan menambah hafalan barunya.





Di cabang Pidato Bahasa Indonesia Putra, FIRMAN KURNIAWAN berhasil meraih juara II dengan perolehan nilai 91. Penampilannya di atas panggung sangat memukau. Gaya bicaranya yang percaya diri, struktur pidato yang rapi, serta isi yang inspiratif berhasil menarik perhatian dewan juri. FIRMAN menyampaikan pidatonya dengan intonasi yang tepat dan penghayatan yang mendalam, membuat pesan yang disampaikan mampu menyentuh hati para pendengar. Ia juga menggunakan gerakan tangan yang natural dan kontak mata yang baik dengan audiens, menunjukkan penguasaan panggung yang sangat baik. Meski harus puas di posisi kedua di bawah Muhammad Syafiq Naufal dari MAS Alkhairaat Siniu, prestasi FIRMAN tetap membanggakan dan menjadi salah satu kontribusi penting bagi MAN 2 Parigi. FIRMAN mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menceritakan bahwa persiapan menuju perlombaan tidaklah mudah. Ia harus memilih tema pidato yang tepat, menyusun struktur pidato dengan rapi, dan berlatih menyampaikannya berulang kali hingga benar-benar hafal dan percaya diri. Ia juga berlatih intonasi, mimik wajah, dan gerakan tubuh agar penyampaiannya lebih hidup dan menarik. "Saya sangat bersyukur bisa meraih juara II. Meski belum menjadi juara I, saya tetap bersemangat dan berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya," ujarnya. FIRMAN berharap prestasinya ini bisa memotivasi siswa-siswi lain untuk berani tampil di depan umum dan mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Ia juga berkomitmen untuk terus berlatih dan memperbaiki diri, dengan harapan bisa meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.


Di cabang Pidato Bahasa Indonesia Putri, RIZA AZIFATUZ ZAHRA berhasil mengharumkan nama MAN 2 Parigi dengan meraih juara I dan perolehan nilai 94. Ia berhasil mengungguli peserta lainnya dengan penampilan yang sangat memukau. RIZA menyampaikan pidatonya dengan intonasi yang tepat, penghayatan yang mendalam, dan pesan yang disampaikan dengan penuh semangat. Gaya bicaranya yang natural dan percaya diri membuatnya mampu menyentuh hati dewan juri dan seluruh penonton yang hadir. RIZA juga menggunakan bahasa tubuh yang tepat dan kontak mata yang baik, menunjukkan penguasaan panggung yang sempurna. Prestasi ini menjadi salah satu pencapaian terbaik MAN 2 Parigi di bidang pidato dan menjadi bukti bahwa siswa MAN 2 Parigi mampu bersaing di tingkat kabupaten. RIZA mengaku sangat bersyukur bisa mempersembahkan juara ini untuk madrasahnya. Ia menceritakan bahwa persiapan untuk lomba pidato ini sangat panjang. Ia harus memilih tema yang relevan dan menarik, menyusun teks pidato yang baik, dan berlatih penyampaiannya berkali-kali. Setiap malam, RIZA berlatih di depan cermin, memperhatikan ekspresi wajah dan gerakan tangannya. "Saya tidak akan pernah bisa meraih prestasi ini tanpa dukungan dari guru-guru, orang tua, dan teman-teman. Mereka selalu mendoakan dan memberikan semangat kepada saya," ujarnya penuh haru.


Di cabang Pidato Bahasa Inggris Putri, AUDYA MASAYU berhasil meraih juara I dengan perolehan nilai 94. Kemampuannya berbahasa Inggris dengan lancar, penguasaan panggung yang baik, serta struktur pidato yang rapi dan isi yang inspiratif membuatnya unggul dari peserta lainnya. AUDYA tampil penuh percaya diri dengan aksen yang jelas dan intonasi yang tepat, membuat pesan yang disampaikan mudah dipahami dan menyentuh para pendengar. Prestasi ini menjadi salah satu kebanggaan MAN 2 Parigi di bidang bahasa Inggris dan menjadi bukti bahwa siswa MAN 2 Parigi memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni. AUDYA mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Selain harus menguasai materi pidato, ia juga harus memastikan pengucapan bahasa Inggrisnya tepat dan aksennya jelas. AUDYA berlatih setiap hari dengan membaca teks pidatonya berulang kali, mendengarkan rekaman pidato bahasa Inggris dari pembicara profesional, dan berlatih di hadapan guru bahasa Inggris di madrasahnya. "Saya sangat bersyukur bisa meraih juara I. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dukungan dari semua pihak," ujarnya.


Di cabang Pidato Bahasa Arab Putri, WAFIQ AZIZAH berhasil meraih juara III dengan perolehan nilai 88. Kemampuannya dalam menyampaikan pidato berbahasa Arab dengan fasih, penguasaan materi yang baik, serta gaya bicara yang percaya diri menjadi nilai tambah bagi dirinya di mata dewan juri. WAFIQ menyampaikan pidatonya dengan intonasi yang tepat, penghayatan yang mendalam, dan pesan yang disampaikan dengan penuh semangat. Meski harus bersaing dengan peserta-peserta hebat dari madrasah lain, WAFIQ mampu tampil maksimal dan membawa pulang juara III. Prestasi ini menjadi bukti bahwa MAN 2 Parigi memiliki siswa-siswi berbakat di bidang bahasa Arab dan mampu bersaing di tingkat kabupaten. WAFIQ mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Selain harus menghafal teks pidato, ia juga harus memastikan pengucapan bahasa Arabnya fasih dan sesuai dengan kaidah nahwu sharaf yang benar. "Saya sangat berterima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing saya dan teman-teman yang selalu memberikan semangat," ujarnya.


Dengan total perolehan 36 poin dari berbagai cabang, termasuk kontribusi besar dari cabang-cabang seni dan keagamaan ini, MAN 2 Parigi berhasil keluar sebagai Juara Umum PORSENI 2026. Kepala MAN 2 Parigi, Ery Somantri, S.Pd., MM, menyampaikan kebanggaannya terhadap para siswa. "Saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak kami di cabang tilawah, tartil, tahfizh, dan pidato. Mereka telah menunjukkan bahwa siswa MAN 2 Parigi tidak hanya unggul di bidang akademik dan olahraga, tetapi juga di bidang seni dan keagamaan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa depan," ujarnya.


Selamat kepada seluruh siswa-siswi MAN 2 Parigi yang telah berprestasi! Tetap semangat, teruslah berkarya, dan raihlah prestasi setinggi-tingginya!

Author
Redaksi MAN 2 Parigi

Menyajikan informasi terkini, akurat, dan inspiratif seputar kegiatan dan prestasi madrasah.

Komentar (0)